Tampilkan postingan dengan label eks-ser. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label eks-ser. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 September 2012

Gunung Es

Alat dan Bahan:
  • Segelas air leding
  • Beberapa keping uang logam
Langkah-Langkah:
  1. Isilah gelas dengan air hingga penuh.
  2. Masukkan kepingan uang logam satu demi satu ke dalam gelas dan lakukan dengan hati-hati.

Apa yang Terjadi?
Ternyata gelas dapat menampung lebih banyak uang logam daripada yang kita perkirakan. Bagian permukaan air akan melengkung menyerupai sebuah gunung.

Mengapa Demikian?
Ketika mengalir, molekul-molekul air bergerak bebas. Tetapi, gerakan molekul-molekul air tersebut tidak sebebas seperti pada gas, melainkan tetap terikat satu sama lain. Ikatan antara molekul-molekul air seperti ini disebut kohesi

Jika Kamu Ingin Tahu Lebih Jauh: 
Kohesi adalah gaya tarik antara molekul yang sejenis (misalnya, molekul air dengan air). Kohesi mengakibatkan air bergerak ke segala arah dan tegangan permukaan air.
Read more »»  

Sabtu, 11 Agustus 2012

Baterai Buah Jeruk Nipis


Alat dan Bahan:
  • 1 plat logam
  • 1 plat seng 
  • setengah potong jeruk nipis
  • 2 kawat logam
  • selotip
Langkah-Langkah:
  1. Tancapkan kedua buah plat ke dalam jeruk nipis. Kamu tidak boleh menyentuhnya.
  2. Rekatkan setiap plat logam ke kawat tembaga dengan bantuan selotip.
  3. Letakkan kedua ujung kawat lainnya di lidahmu pada saat bersamaan.
Apa yang Terjadi?
Lidahmu akan terasa gatal.

Mengapa Demikian?
Reaksi elektro kimia antara kedua buah plat dan jeruk nipis menyebabkan aliran elektrondari satu logam ke logam lainnya. Rasa gatal yang kamu rasakan pertanda adanya arus listrik, lidahmu tersengat oleh aliran listrik.
Read more »»  

Jumat, 10 Agustus 2012

Terjun Bebas

Selamat siang :), di siang yang cerah ini saya akan posting artikel eksperimen sederhana yang gampang banget dipraktekkan dirumah, mungkin eksperimen ini merupakan dasar dari teori Galileo Galileiitu lho teori yang berpendapat bahwa: "baik benda berat maupun ringan jatuh pada kecepatan yang sama, kecuali sampai batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara"nah untuk lebih jelasnya lagi, mending langsung coba aja nih eksperimen, cekidot

 
Alat dan Bahan:

  • 2 lembar kertas yang berukuran sama
  • 1 meja atau kursi
Langkah-Langkah:
  1. Letakkan selembar kertas di atas meja dan remas-remas kertas yang lain sehingga terbentuk sebuah bola kertas.
  2. Berdirilah di atas meja atau kursi, lalu secara bersamaan jatuhkan kertas yang telah diremas-remas dan kertas yang masih dalam bentuk lembaran dari ketinggian yang sama.
Apa yang Akan Terjadi?
Kertas yang telah diremas akan meluncur jatuh lebih cepat daripada kertas yang tidak diremas.

Mengapa Demikian?
Seandainya tidak terdapat udara, semua benda akan meluncur jatuh secara lurus dengan cepat ke tanah karena pengaruh gravitasi. Udara dapat menghambat jatuhnya sebuah benda. Makin lebar permukaan sebuah benda. Makin lebar permukaan sebuah benda (misalnya, selembar kertas) maka semakin besar hambatan udara, sehingga benda akan jatuh dengan lebih lambat dan tidak lagi jatuh lurus. Kertas yang diremas hanya memiliki sedikit hambatan sehingga kertas dapat meluncur dengan lurus dan cepat. Kertas yang masih dalam bentuk lembaran akan melayang dengan perlahan ke tanah. Seberapa cepat sebuah benda jatuh tidak bergantung pada berat benda, melainkan pada bentuk benda tersebut. 

Jika Kamu Ingin Tahu Lebih Jauh: 
Setiap gerakan yang berada di permukaan Bumi harus diikuti dengan usaha melawan gaya gesek. Jika kamu melempar sebuah bola ke udara, gerakan ke atas dari bola akan dihentikan oleh hambatan udara dan akhirnya bola akan meluncur ke tanah karena pengaruh gravitasi. Di angkasa luar yang hampa udara, sebuah satelit dapat terus melayang-layang berputar pada orbitnya. Satelit itu tidak akan berhenti karena di angkasa luar tidak ada udara sehingga tidak terjadi gesekan. Hambatan udara adalah gaya gesek yang mempengaruhi gerakan suatu benda saat menuju keatas. Makin tinggi kecepatan pergerakan sebuah benda, akan makin kuat hambatan udaranya. Sebutir kelereng yang terjatuh akan meluncur lebih keras ke tanah daripada segumpal kapas karena berat benda tersebut dan adanya gravitasi. Hambatan udara dari kelereng meningkat perlahan, sedangkan hambatan udara segumpal kapas meningkat dengan cepat. Daya hempas yang menjatuhkan kelereng ke tanah lebih tinggi daripada daya hempas segumpal kapas.
Read more »»  

Antikarat

Alat dan Bahan:
  • 3 stoples bekas selai
  • Air dingin dan air hangat
  • Minyak 
  • 3 paku besi
  • Kertas ampelas
Langkah-Langkah:
  1. Gosoklah paku dengan kertas ampelas untuk menghilangkan bahan antikarat yang ada pada paku.
  2. Masukkan air dingin ke stoples pertama dan kedua, serta air hangat pada stoples ketiga.
  3. Tambahkan beberapa tetes minyak pada stoples yang berisi air hangat.
  4. Masukkan masing-masing sebuah paku ke dalam stoples yang berisi air dingin dan stoples yang berisi campuran air hangat dengan minyak. Lumuri salah satu paku dengan minyak sebelum kamu memasukkannya  ke dalam salah satu stoples berisi air dingin.
Apa yang Terjadi?
Setelah beberapa hari, paku yang ada di dalam air dingin akan berkarat, sementara paku yang ada di dalam stoples berisi air hangat dan minyak serta paku yang telah dilumuri minyak tidak berubah. Paku-paku tersebut tidak berkarat.

Mengapa Demikian?
Korosi terjadi karena adanya reaksi antara oksigen yang terkandung dalam air dengan besi, Lapisan minyak pada paku melindungi besi dari zat asam (oksigen). Gelas yang berisi air hangat tidak lagi mengandung oksigen karena oksigen akan terlepas bila dipanaskan. Untuk menghindari terjadinya peristiwa difusi yang mengakibatkan oksigen kembali terbentuk, maka air hangat perlu ditetesi minyak. Minyak tidak dapat bercampur dengan air sehingga tidak akan terjadi pelepasan udara. Itulah sebabnya paku yang dimasukkan ke dalam campuran air dan minyak tidak berkarat.

Jika Kamu Ingin Tahu Lebih Jauh:
Oksidasi adalah persenyawaan zat kimia dengan oksigen. Peristiwa kimia yang menarik kembali oksigen disebut reduksi. Bahan oksidasi adalah bahan yang menyediakan oksigen agar proses oksidasi dapat berlangsung.
Para ahli kimia saat ini menyebutkan peristiwa pemberian elektron dari sebuah unsur (atom, molekul, ion) sebagai oksidasi sedangkan, sedangkan peristiwa penerimaan elektron disebut reduksi.
Read more »»  

Pemuaian | Eksperimen yang Membutuhkan waktu lama

Selamat pagi menjelag siang,  Saya akan posting artikel eksperimen dengan judul "Pemuaian".Sapa yang tau Pemuaian, angkat tangan, Apa sih pemuaian itu? "Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan suhu atau bertambahnya ukuran suatu benda karena menerima kalor".  langsung saja coba  eksperimen dibawah ini :)
 




Alat dan Bahan:
  • 1 stoples dengan penutupnya
  • Air
  • Freezer

Langkah-Langkah: 
  1. Penuhi stoples dengan air hingga penuh.
  2. Masukkan stoples yang sudah berisi air ke dalam freezer.
  3. Tutuplah stoples tanpa memutarnya.
  4. Ambil stoples pada hari berikutnya dari dalam freezer.
Apa yang Terjadi?
Air membeku, naik mencapai bibir stoples kaca dan mengangkat penutupnya.

Mengapa Demikian?
Air memuai pada saat proses pembekuan. Molekul-molekul es saling bersusunan dalam bentuk heksagonal dan mempuyai jarak yang lebih jauh satu sama lain dibandingkan dalam keadaan cair.
Read more »»  

Kamis, 09 Agustus 2012

Wewangian yang Bergerak

Selamat malam, duh udah lama gak posting nih (curcol) hehehe. malam ini seperti biasa saya pengen posting artikel dengan judul "Wewangian yang Bergerak" tapi jangan pikir wewangian itu selalu wangi ya, menurut saya eksperimen ini jauuuuuuuh dari kata wangi. Penasaran ?, langsung coba aja dah ini eksperimennya.

 


Alat dan Bahan:

  • Setengah siung bawang
  • Air
  • Sebilah pisau
  • Sebuah piring yang agak cekung
  • Bedak tabur, misalnya bedak bayi
Langkah-Langkah:
  1. Tuangkan air ke dalam piring sup.
  2. Taburkan sejumput bedak bayi di atas permukaan air.
  3. Potonglah bawang menggunakan pisau dan peganglah bawang diatas permukaan air.
Apa yang Terjadi?
Bedak tabur akan tampak bergerak-gerak dan akan terbentuk lubang-lubang kecil pada permukaan bedak.

Mengapa Demikian?
Pada awalnya mungkin kamu mengira bahwa bedak bergerak-gerak karena adanya pengaruh sihir, padahal molekul zat pada bawang yang mengandung aromalah yang menyebabkan terjadinya hal itu.
Read more »»  

Selasa, 19 Juni 2012

Botol Termos

Alat dan Bahan:

  • 1 gelas
  • 1 stoples kecil dengan penutupnya
  • 1 stoples besar dengan penutupnya
  • Air hangat
  • Gabus atau sterofom
  • Kertas aluminium
  • Selotip
Langkah-Langkah:
  1. Balut stoples kecil dengan dua lapis kertas aluminium. Bagian mengkilat sebaiknya menghadap ke bagian dalam stoples. Rekatkan kertas aluminum dengan selotip.
  2. Tuangkan air hangat ke dalam gelas dan stoples yang telah dibungkus. Tutup stoples dengan penutupnya. 
  3. Letakkan gabus atau sterofom di dalam stoples besar dan letakkan stoples yang telah dibalut diatas gabus.
  4. Tutup stoples besar.
  5. Setelah kira-kira 10 menit keluarkan stoples kecil. Periksa suhu air dan bandingkan dengan suhu air di dalam gelas.
Apa yang Terjadi?
Air di dalam "botol termos" betul-betul lebih hangat dibandingkan air di dalam gelas.

Mengapa Demikian?
Udara yang berada di dalam stoples yang besar, gabus, dan sterofom adalah penghantar panas yang kurang baik. Benda-benda itu menyekat panas di dalam stoples. 

Jika Kamu Ingin tahu Lebih Jauh:
Botol termos terdiri atas 2 bejana. Bejana luar yang berasal dari bahan yang dapat menyekat panas, melindungi bejana bagian bawah. Wadah ini memuat sebuah botol gelas dengan dinding ganda yang mengkilap. Di antara keduanya terdapat ruang hampa udara. Dinding yang mengkilap itu memantulkan radiasi panas. Hantaran panas dan konveksi (gerakan udara karena perbedaan suhu dan tekanan) tidak mungkin terjadi di ruangan hampa udara. Oleh karena itu, isi botol tetap panas. 


Sumber : hakim-90eksperimen
Read more »»  

Sabtu, 16 Juni 2012

Jembatan yang Kukuh

Alat dan Bahan:

  • 1 gelas kosong dengan diameter kira-kira 8 cm
  • Beberapa buah kelereng
  • 2 lembar kertas karton tipis
  • 2 kotak sepatu yang besarnya kira-kira sama atau dua tumpukan buku yang tingginya sama
Langkah-Langkah:

  1. Letakkan kotak sepatu atau tumpukan buku berdampingan dengan jarak kira-kira 10 cm.
  2. Letakkan selembar kertas karton di antara dua buah kotak atau tumpukan buku.
  3. Letakkan gelas di antara kertas karton sehingga kertas karton melengkung karena beban berat gelas. Jika kamu mengisi gelas dengan kelereng, "jembatan" kartonmu akan runtuh. 
  4. Sekarang, tekuk kertas karton kedua dan letakkan di bawah kertas karton yang pertama.
  5. Letakkan gelas di antara kertas karton pertama dan masukkan kelereng ke dalam gelas.
Apa yang Akan Terjadi?
Kontruksi "jembatan" yang kedua tidak akan runtuh.

Mengapa Demikian?
Kertas karton kedua yang ditekuk hingga berbentuk lengkungan akan memperkuat lembaran karton pertama. Jika sebuah gaya dari atas (berat gelas yang dipenuhi oleh kelereng) memengaruhi karton yang pertama, karton itu tidak akan melengkung, melainkan menjadi padat dan kuat. Oleh karena itu, bentuk lengkung sering kali digunakan dalam kontruksi bangunan, baik jembatan ataupun rumah.


Read more »»  

Senin, 14 Mei 2012

Koin Menari

Alat dan Bahan:


  1. Botol Kaca / Plastik
  2. Koin
  3. Air

Cara:

  1. Dinginkan botol kaca atau plastik di dalam kulkas.
  2. Setelah dingin keluarkan dari kulkas dan basahi bibir botol dengan air.
  3. Letakkan koin pada mulut botol, sehingga mulut botol tertutup
  4. Pegang dinding botol dengan kedua tanganmu dan amati yang terjadi.
Apa Yang Terjadi?
Koin menari-nari di mulut botol
courtesy Of Many-Eksperimen
Mengapa?
Udara akan menyusut (kontraksi) jika didinginkan. Sebaliknya, udara akan mengembang jika dihangatkan atau dipanaskan. Udara yang menyusut di dalam botol mulai mengembang ketika tanganmu yang hangat memegang dinding botol. Karena mengembang maka udara memerlukan ruang yang lebih besar. Itu sebabnya udara mengalir melalui sedikit celah antara koin dan bibir botol. Gerakan udara ini membuat koin bergerak naik-turun berulang kali.
Read more »»  

Balon Super

Alat dan Bahan:
  1. Balon
  2. Tusuk Sate
  3. Minyak Goreng

Cara:



  1. Tiup balon sampai berukuran cukup besar. Ikat pangkalnya.
  2. Siapkan tusuk sate yang runcing. Celupkan ke minyak goreng.
  3. Tusukkan ke puncak balon yang tebal.
Apa Yang Terjadi?
Balon tidak meletus!
ourtesy Of Many-Eksperimen
Mengapa?
Balon terbuat dari karet yang merupakan molekul kimia yang panjang. Karet bersifat lentur dan ketika diregangkan (balon ditup) permukaan karet menjadi tegang. Ketika ditusuk batang kayu permukaan karet rusak secara tidak beraturan dan meletus. Apabila balon ditusuk dengan batang kayu yang dilumuri minyak maka balon terlumasi. Di samping itu bagian ujung balon merupakan bagian yang tebal sehingga lebih kuat. Akibatnya kerusakan hanya terjadi pada bagian yang ditusukkan (lubang yang terbentuk seukuran dengan lubang jarum). Akibatnya tidak terjadi letusan.
Read more »»  

Membakar Gula

Alat Dan Bahan:

  1. Gula Bata
  2. Tatakan Logam
  3. Kertas
  4. Korek Api


Cara:

  1. Letakkan gula bata di atas tatakan logam
  2. Cobalah untuk membakarnya. Tak berhasil. Gula hanya meleleh
  3. Bakarlah kertas sehingga didapatkan abu yang halus
  4. Gosokkan abu di permukaan gula bata, terutama di bagian sudutnya
  5. Cobalah untuk membakarnya kembali
Apa Yang Terjadi?
Gula bata sekarang berhasil terbakar

Courtesy Of Many-Eksperimen
Mengapa?
Gula tidak terbakar jika didekatkan ke api, hanya akan meleleh. Jika kita menggosokkan api ke permukaan gula, barulah gula bisa terbakar oleh api dan menghasilkan nyala berwarna biru. Abu bekerja sebagai katalisator atau pemicu, dan tidak ikut terbakar. Di dalam kimia katalisator adalah bahan yang membantu bahan lain untuk bereaksi, semantara ia sendiri tidak ikut bereaksi. Contoh lain katalisator dalam kehidupan sehari-hari adalah enzim yang mengubah singkong rebus menjadi tape.
Read more »»  

Lilin Dan Arang

Alat Dan Bahan:

  1. Lilin
  2. Kertas Putih
  3. Bubuk arang (arang yang di hancurkan


Cara :

  1. Dengan lilin tuliskan sebuah kata di atas kertas putih.  Tulisan tidak akan terlihat.
  2. Taburkan bubuk arang ke permukaan kertas. Ratakan dengan kapas di atas tulisan yang tadi dibuat.
Apa Yang Terjadi
Tulisan terlihat, berwarna hitam
Mengapa?
Kebanyakan benda di sekitar kita yang terbuat dari bagian tanaman akan berubah menjadi arang kalau dibakar. Di dalam sains arang dikenal juga dengan sebutan karbon. Karbon mempunyai sifat suka menempel pada minyak atau lemak. Itu sebabnya tulisan yang dibuat dengan lilin terlihat menjadi hitam ketika disapukan dengan arang.
Read more »»  

Tulang Lunak


  1. Bersihkan tulang ayam dari sisa daging
  2. Cobalah membengkokkan tulang ayam tersebut dengan tangan. Keras sekali!
  3. Isi gelas dengan cuka, lalu rendam tulang ayam selama beberapa hari

Apa Yang Terjadi?

Tulang menjadi lunak

Mengapa?

Tulang tersusun oleh zat kapur atau kalsium karbonat. Ini yang membuat tulang keras dan kuat. Dengan cuka kapur bereaksi dan terlepas dari tulang, menghasilkan kalsium asetat dan gas karbondioksida. Tanpa zat kapur tulang menjadi gampang ditekuk.
Read more »»  

Minggu, 13 Mei 2012

Membuat Roket Mini

 walaupun roket ini tidak sebagus roket air, tapi menarik untuk dibuat karena alat dan bahan yang diperlukan banyak kita temui di rumah dan warung terdekat.

Alat dan bahan :

  • Alumunium foil
  • Kotak korek api + batang korek api
  • Penjepit kertas (paper clip)
  • Jarum atau segala apapun yang lurus pokoknya.
  • Gunting
Langkah percobaan :
  • Gunting alumunium foil dengan lebar 8 cm x 3 cm.
  • Potong bagian kepala dari batang korek api dan letakkan di atas alumunium foil. Lihat gambar!

  • Gulung bagian ujung kiri alumunium foil sehingga membentuk tabung dengan bagian kepala korek api di tengahnya. Ingat membentuk tabung, jangan ditekan alumunium foilnya.
  • Ambil dan luruskan paper clip. Kemudian ujung paper clip tersebut masukkan ke dalam lubang tabung alumunium foil tadi sehingga menyentuh kepala batang korek api. Ingat jangan menyentuh alumunium tapi kepala korek api ya.
  • Nah sekarang baru tekan si alumunium sampai rapat.
  • Gulung lagi alumunium foil 2-3 kali, kemudian sobek sisanya. Lihat gambar!


  • Si ujung alumunium yang dekat paper clip diputar sampai erat, dan si ujung alumunium yang dekat korek api diputar kemudian digunting.
  • Lepaskan paper clip terus masukkan jarum pada lubang bekas paper clip tadi.
  • Selesai deh roket sederhananya, yang kita perlukan sekarang ialah landasannya.
  • Landasannya bisa dari bungkus korek api atau sisa alumunium foil.
  • Usahakan agar si roket membentuk sudut 45 derajat. Ayo kenapa? Lihat gambar!
khirnya ayo kita nyalakan roketnya!

  • Maka terbanglah si roket mini ke angkasa. (Ga juga sih palingan cuma 8-10 meter dah turun lagi)
Konsep Fisika :
Korek api itu (kepalanya) merupakan bahan bakar yang baik untuk roket mini ini. Ketika roket mini ini dinyalakan, maka si kepala korek api ini akan terbakar dan menimbulkan panas dan gas. Karena gas tersebut dikelilingi oleh tembok alumunium foil, maka terjadi pengumpulan gas yang sangat tinggi di dalam roket. Dan akhirnya si roket terbang karena dorongan dari gas tersebut.
Read more »»  

Battery Buah


Wah ada-ada aja nih yang punya blog, masa buah dijadiin baterai dimana-mana enaknya juga dibikin rujak pasti seger. Believe it or not kita dapat menyalakan sebuah lampu kecil dengan menggunakan buah. Kalo begitu mari kita langsung buat saja.

Alat dan bahan yang dibutuhkan:
  1. Kentang (disini kita pakai kentang, tapi kalian menggunakan lemon atau buah lainnya jika tertarik)
  2. Lampu LED (atau lampu bohlam kecil juga bisa)
  3. Kabel
  4. Penjepit buaya
  5. Lempengan tembaga
  6. Lempengan seng
  7. Untuk pengganti tembaga dan seng ini dapat digunakan isi dalam baterai yang biasanya berwarna hitam
Langkah-langkah:
  1. Tusukkan lempengan tembaga dan seng ke dalam kawat mentah.
  2. Jepitkan kabel kepada lempengan tersebut dan hubungkan dengan lampu.
  3. Lihat nyala lampu yang terjadi.
  4. Jika nyala lampu belum kelihatan, maka tambah kentang tersebut  agar arus listrik yang dihasilkan bertambah besar (lihat pada gambar).

Apa yang terjadi?
Lampu tersebut dapat menyala karena adanya arus listrik yang mengalir. Seperti halnya baterai lampu senter, kentang dan lempengan-lempengan itu pun menghasilkan arus listrik walaupun sangat lemah. Getah kentang mempengaruhi logam-logam itu secara kimiawi layaknya larutan elektrolit dalam aki. Oleh akren aitu, susunan seperti ini disebur elemen galvani, karena yang pertama kali mengamati proses ini dalam eksperimen ialah seorang dokter Itali bernama Galvani.
Read more »»  

membuat API dari ES


Lho kok aneh ya bukannya elemen api itu lemah dengan elemen es (banyak terpengaruh maen game sama nonton anime), tetapi ternyata api dapat dibuat dari es. Jika sahabat tidak percaya, mari kita buktikan segera. Ini percobaan lumayan asyik lho!

Alat dan bahan yang diperlukan:
  1. Tempurung kelapa atau mangkuk
  2. Kertas dan plastik
  3. Air
  4. Almari es
  5. Rumput kering atau benda yang mudah terbakar
Langkah-langkah pembuatan:
  • Buatlah lensa cembung dari bahan es, begini cara buatnya nih:
  1. Tempurung/mangkok dialasi dengan kertas dan plastik (agar es mudah dipisahkan dari tempurung atau mangkok)
  2. Isi tempurung/mangkok dengan air
  3. Masukkan ke almari es dan tunggu sampai membeku.
  4. Pisahkan es dari tempurung.
  • Pada siang hari (sekitar pukul 11.00 – 13.00) letakkan rumput kering di tanah lapang dan peganglah lensa cembung buatanmu tadi serta arahkan ke cahaya matahari sedemikian rupa sehingga cahaya terpusat pada rumput kering.
Read more »»  

mengelupas kulit telur tanpa memecahkannya


naked_egg_day7
Pernah lihat isi telor tanpa memecahkanya?
nah melalui percobaan berikut kamu bisa melihat bagai mana melihat isi telor tanpa memcahkanya.. caranya gampang ..
ayao kita mulai:


Alat dan bahan:
    
1. Isi gelas dengan airsampai setengah penuh.
2. Tambahkan 2 sendokasam sitrat dan aduk hingga larut
3. Masukkan telur puyuh ke gelas dan biarkan beberapa waktu
4. percobaan ini juga bisa dengan mengunakan larutan cuka makan
 Apa yang terjadi??..
Kulit luar telur mengelupas dan berubah menjadi putih.
mari kita cari tau ya…
Kulit telur terbuat dari zat yang disebut zat kapur. Zat ini akan berubah kalau dicampur asam sitrat. Hasilnya gas karbondioksida. Itulah sebabnya kamu melihat ada gelembung-gelembung di dalam gelas. Gas itu makin lama makin banyak. Karena lebih ringan dari-pada air, gas bergerak ke atas sambil mengangkat telur.
Perubahan dimulai dari bagian paling luar telur. Itulah sebabnya bagian kulit dengan bercak coklat lebih dulu lepas. Hasilnya, telur menjadi bersih. Apabila telur terus direndam, maka seluruh kulit akan lepas. nah sekarang tugas kamu coba rendam telor lebih lama apa yang akan terjadi.
catt : untuk memudahkan campuran asam sitrat dapat diganti dengan cuka makan biasa
Read more »»  

Interaksi Magnet


Selama beratus tahun, kita mengetahui kegunaan magnet. Beberapa benda merspon gaya yang diberikan magnet, atau tertarik; namun ada yang tidak terpengaruh. Apa saja benda yang dapat dipengaruhi oleh magnet? Coba eksperimen ini dan cari tahu!
Apa Yang Kamu Butuhkan?
1. Sebuah magnet batang
2. Paku payung (hati-hati, mintalah orang yang lebih tua untuk membantumu)
3. Sebuah pensil
4. Sebuah penghapus
5. Selembar kertas
6. Pisau (hati-hati, mintalah orang yang lebih tua untuk membantumu)
7. Kunci
8. Koin
9. Kain bekas
10. Sisir
11. Peralatan alumunium
12. Selembar pita kaset bekas
Cobalah Ini:
Sentuhkan magnet batangmu ke masing-masing benda. Benda apa saja yang tertarik dan menempel pada batang magnet? Benda apa saja yang tidak tertarik oleh magnet? Catatlah hasilnya pada tabel dibawah dengan memberikan tanda dibawah tulisan ya untuk benda yang tertarik oleh magnet atau tidak untuk benda yang tidak tertarik oleh magnet. Tuliskan juga dari bahan apa benda-benda tersebut dibuat pada tabel bertuliskan bahan. Cobalah dengan benda lainnya!
Fakta Mengenai Magnet:
Apakah kamu mendapati bahwa hanya benda yang berasal dari besi dan baja saja yang tertarik dengan magnet? Ternyata magnet juga menarik kobalt dan nikel.
Umumnya magnet terbuat dari besi dan baja, biasanya juga merupakan campuran dengan bahan lain seperti kobalt dan nikel. Tapi beberapa magnet terbuat dari plastik dan keramik yang dicampur dengan serbuk magnet
Read more »»  

Membuat Elektromagnetik


Tentu kamu tahu bahwa arus listrik dapat menyebabkan fenomena kemagnetan. Fenomena ini juga dapat membuat paku biasa menjadi sebuah magnet tidak permanen yang disebut fenomena elektromagnet.
Apa Yang Kamu Butuhkan?
1.Batang besi atau paku (hati-hati jika menggunakan paku)
2.Dua kabel yang cukup panjang
3.Baterai 9 volt
4.Kancing baterai
5.Sakelar sederhana (Dari percobaan membuat saklar sederhana)
6.Isolasi
7.Penjepit kertas
Cobalah Ini:
Pastikan kamu memiliki dua kabel dengan panjang 30 cm dan 60 cm. Kelupas kedua ujung kabel tersebut. Sebelum dilanjutkan, cobalah dekatkan paku ke penjepit kertas untuk melihat apakah panjepit kertasnya tertarik atau tidak. Lilitkan kabel yang panjang pada paku. Lalu buatlah rangkaian saklar sederhana seperti yang ada pada modul percobaan saklar sederhana. Sekarang, cobalah nyalakan saklar dan dekatkan paku pada penjepit kertasnya, apa yang terjadi? Apa yang terjadi ketika kamu matikan saklarnya?
Kenapa ini terjadi?
Kamu telah membuat elektromagnetik! Dengan melilitkan kabel ke paku, kamu telah memperkuat medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik. Medan magnet ini cukup kuat untuk membuat atom-atom pada paku menjadi searah dan membuatnya menjadi magnet tidak permanen.
Read more »»  

Mengapa kita Sering kesetrum


Apakah teman-teman pernah mendengar mengenai korslet? Biasanya jika ingin mencabut stop kontak, seringkali ada peringatan tangan tidak boleh basah. Apa benar air dapat menghantarkan listrik? Coba buktikan yuk!
Apa Yang Kamu Butuhkan?
1.Lampu kecil dengan soketnya
2.Dua kabel berukuran 30 cm
3.Baterai 9 volt
4.Kancing baterai
5.Air murni
6.Garam secukupnya
7.Gelas
Cobalah Ini:
Pasang dua kabel pada masing-masing ujung kabel kancing baterai yang telah terpasang pada kutub baterai. Sambungkan ujung kabel yang satu pada soket yang telah dipasangi lampu. Biarkan ujung kabel baterai dan ujung kabel lampu lainnya tidak terpasang. Tuangkan air murni kedalam gelas. Kali ini, masukkan kedua ujung kabel yang tidak terpasang ke dalam air tersebut. Tapi jangan sampai kedua ujung kabelnya saling bersentuhan. Apa yang terjadi, apakah lampunya menyala?
Sekarang, coba masukkan garam kedalam gelas berisi air tadi dan aduk hingga larut. Lalu masukkan kedua ujung kabel kedalamnya. Apakah lampunya sekarang menyala?
Apa yang terjadi?
Ternyata, gelas yang berisi air murni tidak bisa menyalakan lampu! Hal ini disebabkan karena ternyata air murni tidak dapat menghantarkan listrik. Ketika kita menambahkan garam, terjadi yang namanya pemecahan molekul garam menjadi ion na (+) dan ion cl (-). Ion inilah yang berperan dalam menghantarkan listrik. Larutan garam seperti ini dinamakan larutan elektrolit. INGAT! Air murni hanya bisa didapatkan pada air minum dalam kemasan atau toko kimia (biasanya dinamakan aquades). Sedangkan pada air keran, sering terdapat butiran garam dalam air keran tersebut. Jadi jangan bermain-main dengan benda elektronik dengan tangan basah. Meski tangan kamu basah dengan air murni, ternyata tangan kita menghasilkan garam juga melalui keringat!
Read more »»  
 

Followers

Ikuti lewat Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Mobile Version